Tulisan Berjalan

<< DBEdu Blog - I Gede Ariyasa >> << Terima Kasih Sudah Berkunjung >>

Jumat, 26 Juni 2020

AMPUHNYA MANTRA GAYATRI/ TRISANDHYA


(Artikel ini merupakan salah satu Bab pada Buku "Roda Kehidupan, Meyakini Kebesarann Tuhan", Karya : I Gede Ariyasa, Penerbit Pustaka Ekspresi, ISBN : 978-623-7606-28-4)

Meskipun peristiwa ini mungkin terjadi dalam mimpi, saya meyakini dan membuktikan sendiri bagaimana ampuhnya Mantram Tri Sandhya (Gayatri). Peristiwa ini terjadi ketika saya masih di SMA. Pada masa itu saya memang terbiasa untuk melakukan Tri Sandya rutin tiga kali sehari. Pagi hari sebelum berangkat ke sekolah, kemudian siang hari pulang sekolah, dan di sore hari sebelum belajar malam. Kegiatan ini rutin saya lakukan dan berusaha tidak bolong dan saya lakukan begitu saja tanpa motivasi apa-apa.

Saya mungkin tidak menyadari bahwa Tri Sandhya yang saya lakukan rutin tiga kali sehari itu memberikan dampak yang baik bagi saya. Saat itu memang saya tidak pernah merasakan takut, bahkan masa itu saya berani sendirian mencari jangkrik di sawah-sawah kering di pinggir desa pada malam hari. Dan itu tidak pernah menjadi masalah bagi saya, dan tidak ada kecemasan atau ketakutan. Saya menganggap ini biasa-biasa saja. Setelah peristiwa berikut saya ceritakan, saya baru mengerti dan menyimpulkan bahwa Mantram Tri Sandhya (Gayatri) yang diucapkan secara rutin akan memberikan dampak positif bagi kita.

Peristiwa ini terjadai entah dalam mimpi atau nyata, tetapi yang jelas itu terjadi ketika saya ada di tempat tidur. Tapi saya cenderung menyebutnya dalam mimpi. Dalam peristiwa itu, saya sedang duduk tegak dengan mencakupkan tangan di depan dada, seperti posisi memulai Puja Trisandhya. Tiba-tiba datang sosok yang sangat menyeramkan, Rangda, mengelilingi saya. Anehnya saya tidak merasakan takut, tetapi secara otomatis saya mengucapkan Mantram Tri Sandhya dengan tetap pada posisi. Sosok Rangda tadi tetap mengitari saya, dan beberapa saat kemudian aneh berubah menjadi sosok seorang perempuan yang saya kenal. Dan saya pun memyapanya, ade ape mbok? (ada apa kakak?), ini sapaan khas Busungbiu Buleleng. Dan sosok perempuan yang saya kenal tadi pun meghilang.

Pagi harinya saya mengingat kembali mimpi saya tadi malam. Saya baru merasa agak takut bahwa ada sosok Rangda yang mendatangi yang kemudian menjadi perempuan yang saya kenal. Saya ingat bahwa sosok perempuan yang saya kenal itu di desa saya memang dikenal sebagai orang yang punya ilmu, disebut dueg ngleak. Tapi saya heran mengapa pada saat itu saya merasa tidak takut. Saya berkesimpulan ini mungkin disebabkan oleh efek Mantram Tri Sandhya yang ucapkan saat itu dan rutin saya lakukan. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menunjukkan kesaktian dari Mantram Tri Sandhya (Gayatri).

Saya dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini, bahwa mantram Tri Sandhya (Gayatri) memiliki kesaktian yang luar biasa. Namun penting harus dipahami adalah jika kita melaksanakan puja Tri Sandhya secara rutin pada waktunya tiga kali sehari. Masalahnya adalah banyak diantara kita tidak melaksanakan Tri Sandhya secara rutin. Mungkin dalam satu hari hanya di sore hari saja. Tentu jika demikian adanya, kita tidak bisa berharap akan kesaktian Mantram Tri Sandhya (Gayatri).

1 komentar:

  1. Benar sekali Jero, tyang meyakini hal itu cuma ty belum bisa rutinelakukannya, mudah mudahan kedepannya ty bisa lakukan. astungkara

    BalasHapus