(OLeh: I Gede Ariyasa)
Sahabat DBEdu, selamat bertemu kembali dengan Dhyan Bali Edu. Kali ini Dhyan Bali Edu akan mengisahkan, bagaimana pengulangan membuat seseorang menjadi kompeten dalam bidangnya. Kisah ini diadaptasikan dari sebuah kisah tentang keluguan seseorang murid yang berguru pada seorang suci. Karena keterbatasannya, murid ini susah sekali menghafalkan mantra-mantra yang diajarakan gurunya kepada dia. Namun keluguannya itu juga membuat dia menjadi sakti meskipun hanya punya satu mantra. Bagaimana kisahnya, kita simak bersama.
Dikisahkan dalam dalam sebuah keluarga yang sederhana dengan seorang anak laki-laki yang suka makan. Kita sebut anak ini bernama Boga. Karena ingin anaknya di kemudian hari menjadi anak-anak yang sukses, orang tuanya mengirim anak laki-kakinya ke sebuah pasraman seorang Guru Suci. Meskipun dengan berat hati, akhirnya sang anak mulai mengikuti pendidikan di pasraman Sang Suci.
Ternyata banyak para orang tua yang menitipkan anaknya untuk belajar di pasraman Sang Suci. Di pasraman tersebut para murid belajar tentang spiritual, meditasi, dan kehidupan. Pada waktu-waktu tertentu Sang Suci memberikan mantra untuk dihafalkan oleh para murid kemudian dipraktekkan.
Para murid diajarkan mantra baru bangun tidur, mantra mandi, mantra sikat gigi, mantra cuci muka, mantra memulai makan, mengakhiri makan, mantra mulai belajar, mengakhiri belajar, dsb. Jadi setiap kegiatan para murid selalu diawali dengan mengucapkan mantra (berdoa) sesuai dengan yang diajarkan Sang Suci.
Tentu Si Boga pun harus berlatih menghafal dan memraktekkan mantra-mantra yang diberikan oleh Sang Guru. Namun sayang sekali karena minatnya kurang, Si Boga sangat susah untuk menghafal mantra-mantra yang diajarkan. Hanya ada satu mantra yang paling dia hafal yaitu mantra memulai makan dan mengakhiri makan. Ini karena dia sangat suka makan. Jadi Si Boga setiap hari pasti menunggu-nunggu waktu makan bersama. Bahkan Si Boga sudah mulai merafal mantra dalam hati, jauh sebelum waktu makan mulai.
Jadi setiap hari, yang dia ingat hanya makan, makan, dan makan saja. Karena itu mantra yang menjadi favoritnya dan terus diulang-ulang adalah mantra makan. Sementara itu mantra-mantra yang lain dia anggap angin lalu saja.
Suatu saat Sang Guru menguji para muridnya untuk bermeditasi di sebuat tempat yang terkenal angker di malam hari. Mereka berpencar di sekitar tempat angker tersebut. Mereka ditugaskan untuk bermeditasi dan merafal mantra-mantra yang sudah diberikan Sang Guru. Mereka baru boleh menghentikan meditasinya, jika Sang Guru sudah datang.
Dikisahkan tengah malam, keluarlah para roh penghuni tempat itu yang wajahnya sangat seram. Semua para murid merafal mantra yang sudah diberikan Sang Guru. Ternyata mantra-mantra yang diucapkan para murid tidak mempan mengusir para penguhi tempat itu. Akhirnya mereka pada lari. Kecuali si Boga.
Si Boga, sebenarnya di awal sudah bingung, karena tidak ada mantra lain selain mantra makan yang dia ingat. Akhirnya dia hanya mengucapkan mantra makan. Sambil meemjamkan mata, dia terus mengulang-ulang mantra makan. Ketika teman-temanya pada lari semua, dia justru sudah tidak sadder dalam meditasi yang khusuk mengulang mantra makan.
Ketika para roh penghuni
tempat itu menghampiri Si Boga, mereka sangat terkejut dan khawatir. Ternyata kekuatan
mantra makan si Boga membuat para roh itu ngeri dan takut karena sepertinya
mereka akan dimakan oleh anak ini. Akhirnya para roh ini lari tunggang langgang
pergi meninggalkan tempat itu, karena ketakutan mereka mengira anak itu akan memakan mereka.
Selesai
Sahabat DBEdu, pelajaran apakah yang kita dapat dari kisah ini. Bahwa pengulangan yang terus menerus dan konsisten apalagi dengan sungguh-sungguh akan menumbuhkan kekuatan (kompetensi) dalam diri. Kita harus fokus pada sesuatu yang kita ulang, dan menyintai serta menyukainya. Hal ini akan menumbuhkan kekuatan (kompetensi).
JIka anak-anak fokus dan dengan senang hati megulang
pelajara matematikanya, maka tidak disangsikan lagi mereka akan menjadi sakti matematika.
Sahabat DBEdu, mau menjadi sakti…mengulanglah!
Salam.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar