Tulisan Berjalan

<< DBEdu Blog - I Gede Ariyasa >> << Terima Kasih Sudah Berkunjung >>

Rabu, 15 Juli 2020

TINGKAH LAKU ”NUNGKALIK”

(Oleh: I Gede Ariyasa)

Sahabat DBEdu, semoga dalam keadaan baik-baik semua. Dhyan Bali Edu kali ini akan mencoba mengupas salah satu fenomena kehidupan di ”zaman besi” ini. Salah satu fenomena tersebut adalah tingkah laku yang terbalik dari keadaan sebenarnya. Dalam istilah Bali disebut tingkah laku nungkalik (nungkalik artinya terbalik). Sebuah ungkapan di sebuah media sosial yang mungkin dapat menggambarkan tingkah laku nungkalik adalah sbb.

 Dalam kehidupan ini kadang terbalik balik, yang "luar biasa" kelakuannya "biasa" , dan yang "biasa" berlagak seperti "luar biasa"

Padanan ungkapan seperti itu dapat juga kita temukan dalam Bahasa Bali. Salah satunya seperti kutipan berikut dalam sebuah media sosial disebutkan:

”Ane buduh nyaru dueg, ane dueg nyaru buduh”

Sahabat DBEDu, kupasan berikut semoga memberi inspirasi kepada kita bagaimana menyikapi fenomena kehidupan untuk kehidupan yang lebih harmonis.

 

Nungkalik Tipe 1. Entah karena tuntutan hidup, atau apa karena memang zamannya seperti itu, ungkapan di atas kita banyak temukan dalam reliata kehidupan sehari-hari saat ini. Terkadang kita terbius oleh penampilan dan ucapan manis, namun ternyata kenyataannya tidaklah demikian. Kita banyak temukan seseorang dipoles atau memoles dirinya sedemikian sehingga, seolah-olah adalah orang yang alim, taat, dsb. ternyata faktanya tidkalah demikian.

 

Beberapa contoh fenomena tingkah laku nungkalik yang kita temukan di masyarakat antara lain. Orang yang menjadi duta narkoba, tak dinyana tertangkap basah menggunakan narkoba. Orang yang mengkhotbahkan kehidupan suci, ternyata menjalani kehidupan seks bebas. Orang yang mengharamkan minuman keras, kesehariannya ternyata tak lepas dari minuman keras. Orang yang tidak berkompeten, berpenampilan layaknya orang hebat, dan masih banyak fenomena lain yang kita temukan.

 

Tampaknya tingkah laku nungkalik inilah merupakan salah satu penyebab tidak harmonisnya kehidupan. Bagaimana tidak, agar kelihatan hebat maka seseorang harus kelihatan hebat. Akhirnya memaksakan diri untuk itu, untuk ini, dan jadi susah sendiri. Energinya habis untuk berpenampilan yang tidak sesuai dengan keadaan diri. Kehidupan seperti ini pasti tidak harmonis.

 

Fenomena nungkalik tampaknya kita temukan di semua jenjang kehidupan. Ketika hal ini mendoninasi kehidupan seseorang atau tingkah laku masyarakat, dapat dipastikan menyebabkan ketidakharmonisan. Ketidakharmonisan kehidupan membuat kita semakin tidak bahagia. Ini adalah konsekuensi logis dari tingkah laku nungalik. Jika kita cermati lebih dalam maka esensinya adalah kita harus menjalani kehidupan dengan biasa saja. Sesuaikan kehidupan dengan kemampuan diri.

 

Nungkalik tipe 2. Di masyarakat kita juga temukan fenomena terbalik yaitu kebalikan dari nungkalik tipe 1. Orang yang kaya berpenampilan sederhana saja, orang pintar berpenampilan biasa bahkan seperti bodoh, orang sakti berpenampilan sederhana, dsb. Fenomena tingkah laku orang seperti ini sesuai dengan peribahasa ”seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk”.

 

Kita mengetahui dari cerita-cerita, tampaknya fenomena nungkalik tipe 2 ini banyak dianut oleh orang-orang bijaksana. Orang-orang yang menyadari esensi kehidupan cenderung ”bersembunyi” dari dunia. Mereka sudah mengetahui dan mengenal dunia, tetapi mereka tidak ingin dikenal dunia. Tentu kehidupan harmonis dan bahagia menjadi tujuan mereka.

 

 Sahabat DBEdu, nungkalik tipe berapakah diri anda? He he he … hidup adalah anugerah, menjalani kehidupan adalah pilihan. Silakan pilih yang terbaik untuk diri. Semoga memberi inspirasi.

 

Salam

anya untuk kelihatan hebat akhirnya KKaaaassddasssserr123XXXXLLL;;212LL


5 komentar:

  1. Mantap Pak Gede, yg penting berjalwn jangan Nungkalik😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he he ...yakti. Anggen ngisi waktu manten niki. Suksma komennya 🙏🙏

      Hapus
  2. Rasa rumase tyang tidak sekedar nungkalik tapi melincer sampai sempoyongan, jegjeg Boye, nungkalik Boye, sendeh Boye , araaah jug tusing Karoan semru😷😷😷

    BalasHapus
  3. He he he...santai manten, anggen pedamaran manten. 🤣🤣🤣🙏

    BalasHapus