Tulisan Berjalan

<< DBEdu Blog - I Gede Ariyasa >> << Terima Kasih Sudah Berkunjung >>

Kamis, 02 Juli 2020

Kapan Kita Bicara dan Kapan Kita Diam

Para sahabat DBEdu, hari ini seperti biasa Ida Nabe titiang, salam hormat, Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti, lewat grup Pasraman Padukuhan Siddha Swasti, memberikan nasehat kepada kami para pemangku murid (sisian) Ida. Pagi ini saat dalam perjalan pulang kampung ke Busungbiu, Beliau mengirimkan nasehat, yang diberikan oleh Nabe Beliau kepada kami-kami para sisianya. Sungguh sangat beruntung, nasehat ini dapat kami terima. Nasehatnya adalah sebagai berikut.

"Siraman rohani pagi dari IDA NABE "

"KAPAN KITA BICARA & KAPAN KITA DIAM"

• Alangkah indahnya DIAM, bila BICARA dapat menyakiti orang lain...
• Alangkah terhormatnya DIAM, bila BICARA hanya untuk merendahkan orang lain...
• Alangkah bagusnya DIAM, bila BICARA bisa mengakibatkan terhinanya orang lain...
• Alangkah cerdiknya DIAM, bila BICARA dapat menjerumuskan orang lain...
• Alangkah bijaknya DIAM, bila BICARA hanya untuk merugikan orang lain...
• DIAM sampai diminta untuk BICARA, lebih baik daripada terus BICARA sampai diminta untuk  DIAM...
Diam itu EMAS...
Namun bicara di waktu yang tepat adalah BERLIAN.


"Kezhaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang-orang jahat tetapi karena DIAMnya orang-orang baik."

Maka...

» Betapa dahsyatnya BICARA, bila DIAM itu mengakibatkan celakanya orang lain...
» Betapa saktinya BICARA, bila DIAM itu menjadikan ruginya orang lain...
» Betapa hebatnya BICARA, bila DIAM membuat tidak sadarnya kesalahan yang terus dilakukan orang lain...
» Betapa pentingnya BICARA, bila DIAM mengakibatkan semakin bodohnya orang lain...
» Betapa TAJAM-nya kata-kata saat kita sedang marah, dan betapa TEDUH-nya kata-kata saat kita sedang bahagia...
» Bila HATI yang BICARA, maka akan berpengaruh terhadap HATI...
» Bila BICARA hanya sebatas KERONGKONGAN, maka kata-kata hanyalah sampai TELINGA saja...


Maka pertimbangkanlah...
Kapan kita DIAM & kapan kita BICARA.
"Jangan bicara tentang Hartamu dihadapan orang miskin...
"Jangan bicara Kesehatanmu dihadapan orang sakit...
"Jangan bicara Kekuatanmu dihadapan orang lemah...
"Jangan bicara Kebahagiaanmu dihadapan orang yang sedang sedih...
"Jangan bicara Kebebasanmu dihadapan orang yang terpenjara...
"Jangan bicara tentang Anakmu dihadapan orang yang tidak punya anak...


"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun.
Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu."

"MULUTmu HARIMAUmu"
Kata-kata itu seperti boomerang, yang bisa menyerang balik ke arahmu.

Seorang yang BIJAK ibarat AIR yang selalu tenang dan menenangkan...
Suci dan menyucikan...
Sejuk dan menyejukkan...
Segar dan menyegarkan...
Lembut dan melembutkan...


Jadilah seperti Air yang selalu mencari tempat yang lebih rendah.
Bermakna (rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri dan tidak pernah merendahkan atau menghina orang lain)

Jadilah seperti air yang selalu memberi kehidupan bagi apapun dan manfaat bagi siapapun...

♡♡♡ MARI BELAJAR MENCINTAI SEMUA ORANG & TIDAK MEMBENCI SIAPAPUN ♡♡♡
Matur suksma tur sembah sujud bhakti nanak katur ring IDA NABE MAKA RWA.


Semoga nasehat beliau memberi manfaat bagi kami para murid beliau (sisianya), tentunya juga bagi para sahabat DBEdu. 
Rahayu sareng sami

2 komentar:

  1. Sangat inspiratif dan bermnfaat. Salam rahayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Suri, masih belajar konsisten setiap hari mengisi postingan!

      Hapus