(Oleh: I Gede Ariyasa)
Sahabat DBEdu, Dhyan Bali Edu kali ini mencoba mengulas sebuah tulisan yang cukup menarik hati bagi yang membacanya. Sebuah tulisan yang tertera pada sebuah baju kaos yang dipakai oleh seorang remaja yang sedang memperbaiki handphone di sebuah tempat perbaikan handphone. Kurang lebih tulisannya seperti ini.
”Hidup jangan terlalu lurus dan jujur, karena seperti di hutan, pohon yang lurus pasti akan ditebang dan pohon yang bengkok tetap dibiarkan hidup”
Kira-kira makna yang dimaksudkan dalam tulisan itu adalah, bahwa orang yang hidupnya lurus dan jujur tidak akan bisa bertahan hidup karena akan dipotong/ ditebang (mati/ tidak bertahan dalam kehidudapan). Sedangkan pohon yang bengkok, tentu yang dimaksudnya adalah orang yang hidupnya tidak lurus dan tidak jujur akan tetap bertahan dalam kehidupan.
Bagaimana sahabat DBEdu, apakah setuju dengan pendapat tulisan itu? Atau mungkin kurang setuju? Atau apakah tulisan tersebut dimaksudkan hanya sebagai hiburan saja? Mari kita coba ulas masalah ini dengan lebih objektif.
Hukum alam yang mungkin tidak bisa kita bantah adalah ”ada aksi ada reaksi”. Artinya setiap aksi apa pun pasti aka ada reaksinya. Tentu reaksi yang terjadi tergantung pada aksi yang dilakukan. Contoh sederhana jika kita menendang bola ke tembok dengan tendangan yang lemah, tentu bola tidak akan memantul dengan keras. Tetapi jika kita menendang bola ke tembok dengan keras, maka pasti bola akan memantul dengan keras. Artinya kerasnya tekanan sebanding dengan kerasnya pantulan bola. Setuju kan? Pasti ini tak terbantahkan.
Kita coba bawa hal ini dalam kehidupan sosial kita. Misal, ketika sesorang mencuri pot bunga di rumah seseorang ketangkap, tentu dia akan mendapat hukuman. Mungkin ditegur oleh pemiliknya. Namun ketika seseorang mencuri sepeda gayung dan ketangkap. Urusannya bisa sampai ke polisi dan bisa dapat bogem dari masyarakat dan akhirnya dipenjara. Nah bagaimana ketika seseorang mencuri mobil di rumah seseornag dan ketangkap. Ini urusannya lebih gawat lagi. Jadi kembali dapat kita simpulkan bahwa kualitas dan kuantitas hukuman tergantung dari besar kecilnya yang dicurinya. Setuju kan?
Orang Bali/ Hindu menyebutnya sebagai ”hukum karma phala”. Apa yang kau tabur itu yang kau tuai. Dan ini berlaku secara universal. Apakah itu seorang Presiden, anggota DPR, Menteri, rakyat jelata, guru, murid, yang kulit hitam, sawo matang, kulit putih, pria, wanita, penganut agama X, penganut agama Y, semuanya akan terkena hukum ini. Artinya orang yang hidupnya lurus/jujur atau pun tidak jujur tentu kenanya juga dong.
Jadi secara logika, kata-kata ”Hidup jangan terlalu lurus dan jujur, karena seperti di hutan, pohon yang lurus pasti akan ditebang dan pohon yang bengkok tetap dibiarkan hidup”, tidaklah tepat. Kita juga bisa mengatakan justru pada perkebunan kayu jati, pohon jati yang bengkok (apalgi bengkok keras) segera akan ditebang, dan hanya diplih pohon jati yang tumbuh subur dan lurus. Ini mungkin kebenaran yang pragmatis saja dan sangat situasional. Kehidupan tidaklah seperti makan cabai, sekarang makan sekarang terasa pedasnya. Tetapi yang pasti kehidupanpun tunduk pada hukum aksi dan reaksi, hukum karma phala.
Adalah umum bahwa manusia melihat kesalahan yang kecil dari seseorang, tetapi kita kurang menghiraukan kebenaran yang mungkin telah banyak dilakukannya. Artinya ketika ada satu atau dua kasus, orang yang kehidupannya jujur kurang beruntung, dan satu atau dua orang tidak jujur kehidupannya bagus tidak berarti itu berlaku secara umum. Jadi sangat relatif. Mungkin hari ini orang jujur kelihatannya tidak mujur, tapi pada penghujung kehidupannya hidupnya makmur. Mungkin pula orang yang tidak jujur sekarang kelihatnnya makmur, tapi pada ujung kehidupannya hidupnya terkubur.
Bagaimana sahabat DBEdu, semoga ulasan tadi menginspirsi. Tetap semangat menjalani kehidupan. Jangan lupa lurus dan jujur…he he he.
Salam.





Manfap pak de, jalan lurus mahal pak berisi bayar tol, jalan bengkok diperlukan bila di daerah pegunungan. Maaf saya kaitkan dengan jalan kenyataan.
BalasHapusSemangat🤣🤣🤣
HapusBetul, seperti paku yang lurus akan selalu dipalu ,sedangkan paku yang bengkok tak mungkin dipalu lagi. Namun daripada mengganggu, paku bengkok akhirnya dicabut.
BalasHapusHukum III Newton ..... hehehehe🤣🤣🤣🤣
Hapus